Mahasiswa angkatan 2018 Jurusan Pendidikan
Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng
Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan Gelar Banten bertajuk “Sadulur Sabanten”.
Tema ini diangkat sebagai cerminan bahwa masyarakat Banten beragam tetapi tetap
sadulur yang artinya bersaudara.
Keberagaman suku, budaya, agama, dan adat-istiadat tidak menjadikan suatu
perpecahan melainkan menjadi alasan kuat untuk bersatu. Kegiatan ini
berlangsung dengan baik pada Selasa (3/9/2019) bertempat di SMA Negeri 2 Kota
Serang yang bertujuan untuk mengenalkan
serba-serbi Banten mulai dari sejarah, kebudayaan, potensi alam, dan kuliner
tradisional agar menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah Banten di kalangan
remaja. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan acara Dialog
Remaja 4.0 yang diselenggarakan oleh Koalisi Kependudukan Indonesia Provinsi
Banten. Sasaran dari kegiatan ini adalah peserta seminar Dialog Remaja 4.0 yang
merupakan pelajar SMA di Kota Serang dan sekitarnya.
Generasi muda pada umumnya dinilai sudah
melupakan budaya yang menjadi warisan para orang tua terdahulu. Kebudayaan di
Indonesia secara perlahan mulai terkikis bahkan terlupakan, khususnya di daerah Banten, seperti rumah
adat Banten yang sudah mulai ditinggalkan dan diganti dengan rumah-rumah yang
bergaya modern, pakaian adat Banten yang mulai di tinggalkan karena dianggap
kuno dan ribet, dan alat kesenian Banten yang banyak di tinggalkan oleh
generasi-generasi muda karena dianggap tidak keren. Potensi-potensi alam yang
terdapat di Banten tersebar di setiap kota/kabupaten. Kota Cilegon terkenal
akan industri dan julukan kota Bajanya serta di Cilegon terdapat Pelabuhan
Merak yang merupakan jalur transportasi yang sangat besar pengaruhnya. Kota
Serang sebagai Ibukota Provinsi Banten dan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten.
Di Kabupaten Serang terkenal dengan wisatanya terutama Pantai Anyer yang sangat
panjang garis pantainya. Kabupaten Pandeglang terkenal dengan julukan kota
santri karena banyak pondok pesantren yang menghasilkan kiyai-kiyai besar di
Banten, Kabupaten Pandeglang juga terkenal akan wisatanya seperti Curug Gendang
dan Putri, Pantai Carita, Pulau Umang, Tanjung Lesung, Taman Hutan Raya, Taman
Nasional Ujung Kulon dan lain-lain. Di Lebak terkenal akan suku Baduy yang
masih kental adat dan budayanya. Di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan
Kota Tangerang Selatan terkenal akan industrinya dan terdapat Bandara
Internasional Soekarno-Hatta.
Terdapat berbagai kebudayaan di Banten, seperti
debus, pencak silat atau bandrong, rampak bedug, dan keberadaan suku Baduy.
Pada zaman dahulu debus dan pencak silat digunakan sebagai pemicu semangat
masyarakat. Kebudayaan debus biasanya diiringi
dengan musik yang dimainkan dari gabungan berbagai alat musik, seperti
gendang dan gong. Rampak bedug merupakan tari tradisional yang setiap kali
dimainkan selalu menggunakan bedug dan dimainkan secara berkelompok.
Selain kekayaan alam dan kebudayaan, Banten juga
kaya akan kuliner khasnya, seperti kue jojorong yang berbahan dasar tepung
beras berasal Kabupaten Serang, kue engkak (lapis ketan) khas dari Kabupaten
Serang, bontot yang merupakan campuran aci dan ikan, keceprek yang merupakan
olahan dari biji melinjo dan bentuknya menyerupai keripik, cecuer yang berbahan
dasar tepung kanji yang berwarna hijau yang disajikan bersama dengan kelapa,
dan yang sering terdengar yaitu sate bandeng dan masih banyak lagi.
Makanan-makanan khas Banten ini sekarang sangat sulit dijumpai. Dan mirisnya
masih banyak masyarakat Banten yang tidak tahu dengan potensi kuliner khas
Banten ini.
Kita sebagai mahasiswa tentunya sangat
menyayangkan hal tersebut, karena Banten dengan segala potensinya layak untuk
diekspos dan diperkenalkan kepada khalayak ramai bahkan jika perlu sampai ke
kancah internasional. Sebagai mahasiswa yang memiliki peran agent of change sudah sepantasnya turut
andil dalam melestarikan budaya di Banten, salah satunya dengan cara mengadakan
Gelar Banten. Kegiatan Gelar Banten ini di mulai pada pukul 10.30 WIB pada saat
istirahat acara Dialog Remaja, dalam satu ruangan terdapat empat stand, dimana
para pelajar dapat mengujungi stand dan mencoba berbagai macam makanan gratis.
Banyak pertanyaan dari para pelajar mengenai makanan tersebut karena banyak
dari mereka yang baru melihat dan mencicipi makanan yang disajikan dalam Gelar
Banten. “Ini kue apa, kak? Rasanya enak, kok aku baru lihat ya?” dari
pertanyaan tersebut dapat kita simpulkan bahwa masih banyak dari mereka yang
tidak tahu tentang makanan khas Banten. Meskipun mereka melihat dipasaran
tetapi mereka lebih memilih makanan modern yang kemasannya lebih menarik.
Padahal jika disandingkan tentu makanan tradisional tidak kalah secara rasa dan
kebersihan.
Kebudayaan dan kekhasan Banten sedikit demi
sedikit mulai terkikis, dengan semakin tenggelamnya eksistensi kebudayaan dan
kekhasan Banten di mata masyarakat dan tergantikan dengan kebudayaan modern,
maka harus dibutuhkan usaha khusus yang harus dijalankan dengan serius oleh
pemerintah maupun masyarakat, terutama generasi muda sebagai generasi penerus
bangsa agar dapat membangun Banten yang lebih baik dari segala aspek.





sangat menarik dan bermanfaat :)
BalasHapusTerimah kasih :)
HapusMenarik artikenya π
BalasHapusTerima kasih :)
Hapusmenarik sih tapi masih monoton,mungkin jangan terlalu banyak tulisan juga bisa jadi opsi tapi menambah gambarpun tidak masalah
BalasHapusTerima Kasih atas sarannya :)
HapusLuar biasa..sangat bermanfaat kakakπ
BalasHapusLuarrrr biasa
BalasHapusTerima Kasih :)
HapusBermanfaat sekali artikelnya. Terimakasih
BalasHapusTerima Kasih :)
HapusWah... Terimakasih informasinya.. sangat bermanfaatπ
BalasHapusTerima Kasih telah membaca :)
HapusBagus Artikel nya. π
BalasHapusTerima Kasih telah membaca kakak :))
HapusKeren πππ
BalasHapusTerima Kasih telah membaca, semoga bermanfaat.
Hapusbermanfaat sekali informasi, terbaik deh ya πππ
BalasHapusTerima Kasih telah membaca kakak, semoga bermanfaat...
HapusKeren nihh.. sangat bermanfaat informasinya^^
BalasHapusTerima Kasih telah membaca
HapusSangat bermanfaat utk menambah wawasan seputar Banten. Tetap semangat dlm menulis^^
BalasHapusTerima kasih telah membaca. Tetap semangat juga :))
HapusTerimakasih atas informasinya, sangat menambah wawasan pembaca π
BalasHapusTerima kasih telah membaca kakak :)
HapusMantul nih
BalasHapusTerima kasih telah membaca, semoga bermanfaat :)
HapusWahhh mantap nih pengetahuan baruu
BalasHapusWah terima kasih, semoga bermanfaat :)
HapusWahhh mantap nih pengetahuan baruu
BalasHapusWahhh mantap nih pengetahuan baruu
BalasHapusSangat bermanfaat :)
BalasHapusTerima kasih telah membaca :)
Hapus