Minggu, 03 November 2019

ANGKA PENDIDIKAN DI PROVINSI BANTEN

ANGKA PENDIDIKAN DI PROVINSI BANTEN

Provinsi Banten secara umum merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0 – 200 meter di atas permukaan laut, serta memiliki beberapa gunung dengan ketinggian mencapai  2.000 meter di atas permukaan laut.
Wilayah administrasi Provinsi Banten terdiri dari empat wilayah kabupaten dan empat kota, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri no. 6 Tahun 2008 luas daratan masing-masing kabupaten/kota, yaitu: Kabupaten Pandeglang (2.746,89 km2), Kabupaten Lebak (3.426,56 km2), Kabupaten Tangerang (1.011,86 km2), Kabupaten Serang (1.734,28 km2), Kota Tangerang (153,93 km2), Kota Cilegon (175,50 km2), Kota Serang (266,71 km2), serta Kota Tangerang Selatan (147,19 km2) dan terbagi menjadi 155 kecamatan dan 1.552 desa/ kelurahan.


Pada awalnya Banten merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Kemudian, melalui Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten yang disahkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada tanggal 17 Oktober 2000, Banten menjadi sebuah provinsi yang otonom. Sebulan setelah itu pada 18 November 2000 dilakukan peresmian Provinsi Banten dan pelantikan Pejabat Gubernur H. Hakamudin Djamal untuk menjalankan pemerintah provinsi sementara waktu sebelum terpilihnya Gubernur Banten definitif. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Dr. Ir. H. Djoko Munandar, MEng dan Hj. Atut Chosiyah, SE. sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pertama.
Penduduk Banten tahun 2018 berdasarkan proyeksi penduduk sebanyak 12.689.736 jiwa yang terdiri atas 6.465.282 jiwa penduduk laki-laki dan 6.224.454 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun 2010, penduduk Banten mengalami pertumbuhan sebesar 2,17 persen. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2018 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 103,87.


Kepadatan penduduk di Provinsi Banten tahun 2018 mencapai 1.313 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga 4 orang. Kepadatan Penduduk di 8 kabupaten/ kota cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kota Tangerang dengan kepadatan sebesar 14.197 jiwa/km2 dan terendah di Kabupaten Lebak sebesar 378 jiwa/Km2.
Jalur Pendidikan di Indonesia terdiri atas 1) pendidikan formal, 2) pendidikan nonformal, dan 3) pendidikan informal yang ketiganya dapat saling melengkapi dan memperkaya (Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).
Jenjang Pendidikan Formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Jenis pendidikan yang diajarkan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus.
a. Pendidikan Dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat.
b. Pendidikan Menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.
c. Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik,sekolah tinggi, atau institut.


Pendidikan pada tahun 2018, penduduk Banten usia 7-24 tahun yang masih seolah sebanyak 67,96 persen. Untuk kelompok umur 7-12 tahun yang masih sekolah sebanyak 99,49 persen, kemudian kelompok umur 13-15 tahun sebanyak 94,74 persen, kelompok umur 16-18 tahun sebanyak 69,00 persen, dan kelompok umur 19-24 tahun sebanyak 19,00 persen.
Pada tahun ajaran 2017/2018 semester ganjil, di Provinsi Banten terdapat 4.562 unit Sekolah Dasar (SD) dengan 53.354 guru dan 1.195.653 murid. Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pada tahun 2017 terdapat 1.421 unit SMP dengan 19.995 guru dan 424.406 murid. Sementara itu, untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), di Provinsi Banten terdapat 529 unit Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan 9.613 guru dan 182.941 murid, serta 668 unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan 10.900 guru dan 250.361 murid. Disamping sekolah umum tersebut, di Provinsi Banten juga terdapat 1.064 unit Madrasah Ibtidaiyah (MI), 1.068 unit Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta 419 unit Madrasah Aliyah (MA) di tahun ajaran 2018/2019 semester genap.


Sumber Artikel


Survei Minat Konsumen