Sabtu, 04 April 2020

FILUM ARTHROPODA

Disusun Oleh :
Serta Ulina Silangit
2224180068
4A
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Hai kawan-kawan semua... berjumpa lagi dengan saya Serta Ulina Silangit dalam blog ini. Apakabar semua? Saya harap kalian semua dalam keadaan sehat. Kawan-kawan kalian pernah melihat udang, kelabang, laba-laba, belalang? Pasti sudah pernah melihatnya kan? Apakah kawan-kawan tau hewan-hewan tersebut merupakan Filum Arthropoda. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi terkait Filum Arthropoda. Happy Reading:)

FILUM ARTHROPODA
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu arthro berarti “ruas”  dan podos yang berarti “kaki”. Jadi, arthropoda berarti hewan yang kakinya beruas-ruas. Organisme yang tergolong filum arthropoda memiliki kaki yang berbuku-buku. Hewan ini memiliki jumlah spesies yang saat ini telah diketahui sekitar 900.000 spesies (Masdianur M. (2014)).
Menurut referensi yang telah saya baca dijelaskan bahwa hewan yang termasuk dalam filum arthropoda memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut :
a) Tubuh dan kaki bersegmen,
b) Eksoskeleton (dinding tubuh) berkitin dan bersegmen,
c) Alat mulut beruas dan dapat beradaptasi untuk makan,
d) Bernafas dengan permukaan tubuh, insang dan trakea,
e) Alat pencernaan makanan berbentuk tabung, terletak di sepanjang tubuh,
f) Alat pembuangan melalui pipa panjang pada rongga tubuh.
Selain memiliki ciri umum terdapat juga ciri khusus Arthropoda  sebagai berikut :
a) Memiliki bentuk tubuh bilateral simetris,
b) Mempunyai appendage yang beruas,
c) Tubuh dibungkus oleh zat kitin,
d) Tubuh terdiri atas beberapa ruas dengan kaki yang melekat pada ruas tersebut,
e) Coelom pada hewan dewasa berukuran kecil dan merupakan suatu rongga berisi darah disebut homocoel,
f) Sistem saraf tangga tali.
Secara umum Filum Arthropoda dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelas, yaitu :
a) Kelas Crustaceae
            Crustaceae berasal dari bahasa Latin “crusta” yang berarti “cangkang”.Crustaceae disebut sebagai hewan bercangkang. Pada saatini telah dikenal kurang dari 26.000 jenis Crustaceae yang mana udang dan kepiting ialah jenis yang paling unggul. Crustaceae memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  • Tubuh bersegmen terdiri atas sefaaalotoraks dan abdomen,
  • Alat gerak berupa kaki yang berfungsi untuk berenang, merangkak, atau menempel pada dasar perairan,
  • Memiliki maksiliped dan maksilla berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut,
  • Habitatnya di air tawar dan air laut, namun ada beberapa yang hidup didarat,
  • Pada bagaian kepala terdapat organ tubuh bagaian dalam seperti : 2 pasang antenna, 1 pasang mandibula, 1 pasang maksilla dan 1 pasang maksilliped (Denang.(2018))
Salah satu contoh dari kelas Crustacea adalah udang jerbung. Udang jerbung (Fenneropenaeus merguiensis) merupakan udang penaeid yang mempunyai klasifikasi umum sebagai berikut:
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Crustacea
Sub kelas         : Malacostraca
Seri                  : Eumalacostraca
Super ordo      : Eucarida
Ordo                : Decapopada
Sub ordo         : Natantia
Seksi                : Penaeidae
Famili              : Penaeinae
Genus              : Penaeus
Spesies            : Fenneropenaeus merguiensis (Kusrini E.(2011))

(sumber: Kusrini E dalam Jurnal MENGGALI SUMBERDAYA GENETIK UDANG JERBUNG
(Fenneropenaeus merguiensis de Man) SEBAGAI KANDIDAT
UDANG BUDIDAYA DI INDONESIA)

b.) Kelas Arachnida
Kata dari arachnida ini berasal dari bahasa Yunani, yakni “arachno” yang artinya laba-laba. Tetapi anggota dari kelas ini bukan hanya laba-laba. Secara umum anggotanya mempunyai dua bagian tubuh utama, yakni bagian depan (kepala) serta bagian belakang (perut). Tetapi pada kalajengking terdapat tiga bagian tubuh, yakni bagian depan(kepala), tengah(badan) serta belakang(ekor) (Gruru P.(2020)). Adapun Ciri-ciri utama dari arachnida ialah sebagai berikut :

  • Tubuh nya itu bersegmen yang terdiri dari sefalothoraks (kepala-dada) serta juga abdomen (tidak beruas),
  • Mempunyai empat pasang anggota gerak,
  • Banyak yang hidup di darat, beberapa dapat ditemukan di air laut atau hidup sebagai parasit,
  • Tidak memiliki antena pada bagian kepala-dada (sefalothoraks) dan
  • Mempunyai mulut yang fungsinya itu untuk memegang atau juga menangkap mangsa, mulut ini pun sering disebut dengan istilah klisera.
  • Memiliki alat peraba serta juga pemotong yang biasanya disebut dengan pedipalpus (terletak di belakang klisera).
  • Darahnya mengandung hemoglobin.
Laba-laba merupakan contoh hewan dari kelas Arachnida yang memiliki klasifikasi sebagai berikut :
Kingdom         : Animalia
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Arachnida
Ordo                : Aranae
Famili              : Loxoscelidae (Sejati M.(2012)).

(Sumber : BugGuide.net)
c.) Kelas Myriapoda
Kata myriaooda ini berasal dari bahasa Yunani, ialah “Myria” yang artinya itu banyak serta “podos” yang artinya kaki. Sesuai dengan namanya tersebut, myriapoda ini adalah kelompok hewan dengan kaki yang cukup banyak (Guru P.(2020)). Dibawah ini merupakan beberapa ciri utama dari myriapoda :
  • Tubuhnya panjang seperti cacing serta mempunyai banyak segmen,
  • Pada bagian kepala terdapat satu pasang antenna,
  • Memiliki 1 sampai 2 pasang kaki pada itiap-tiap ruas badannya,
  • Hewan yang mempunyai 1 pasang kaki pada satu ruas badan disebut dengan chilopoda, sedangkan untuk yang mempunyai dua pasang kaki pada tiap-tiap ruas badannya disebut dengan diplopoda dan
  • Terjadi penambahan jumlah segmen pada tiap-tiap proses pergantian kulit.
Berikut ini adalah kaki seribu yang merupakan contoh dari kelas Myriapoda dengan klasifikasi sebagai berikut :
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Arthropoda
Class               : Diplopoda
Ordo               : Polydesmidae
Family            : Polydesmida
Genus             : Polydesmus
Spesies            : Polydesmus sp. (Armando Septian., M. Sembiring., T. Sabrina. (2018))

(Sumber : Dokumentasi Simbolon, Armando Septian., M. Sembiring., T. Sabrina dalam Jurnal Deskripsi Makrofauna pada Tanah Andisol di Kabupaten Karo dengan berbagai Ketebalan Abu Vulkanik Gunung Sinabung. )

d.) Kelas Insecta
Kata insecta ini diambil dari bahasa latin, yang artinya adalah serangga. Insecta ini adalah satu-satunya hewan di dalam kelompok invertebrata yang mempunyai kemampuan untuk terbang. Spesies serta jenis dari individu di dalam kelas ini sangatlah banyak. Jumlah spesies insecta yang sudah dikenali itu terdapat sekitar 750.000 spesies. Cabang ilmu yang mempelajari mengenai serangga ini disebut Entomologi (Guru P.(2020)). Dibawah ini merupakan beberapa ciri utama insecta :
  • Tubuhnya itu terdiri dari 3 bagian tubuh utama, yakni kepala, badan, serta perut,
  • Pada bagian kepalanya itu terdapat mulut yang memiliki tipe penggigit, penghisap serta penelan,
  • Mempunyai 3 pasang kaki,
  • Sebagian besar anggotanya itu hidup di darat,
  • Umumnya mempunyai sayap serta bernapas itu dengan menggunakan trakea dan
  • Tubuhnya itu dilindungi oleh kulit keras dari kitin yang memiliki fungsi ialah sebagai eksoskeleton.
Adapun contoh hewan dari kelas insect salah satunya Belalang dan Semut yang memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Belalang
Phylum            : Arthropoda
Kelas               : Insekta
Ordo                : Coleoptera
Famili              : Staphylinidae Simbolon (Armando Septian., M. Sembiring., T. Sabrina. (2018))

(Sumber:BugGuide.net)
Semut
Kingdom         : Animalia
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Insekta
Ordo                : Hymenoptera
Famili              : Formicidae
(Sumber : BugGuide.net)
Pada lingkungan sehari-hari banyak jenis Arthropoda disekitar kita. Mereka memiliki berbagai macam peran. Peranan Arthropoda yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut.

  • Sumber makanan yang mengandung protein tinggi, contohnya udang windu (Penaeus monodon), lobster (Panulirus homarus), kepiting (Scylla serrata), rajungan (Portunus), laron, dan gangsir,
  • Menghasilkan madu, contohnya lebah madu (Apis mellifera),
  • Bahan pakaian sutera, contohnya kepompong ulat sutra (Bombyx mori),
  • Membantu penyerbukan tanaman dan
  • Serangga predator sebagai pemberantas hama tanaman secara biologi (Dianti S.(2020)).

Daftar Pustaka
Denang. (2018). Crustacea. Online http:denanggawp.lecture.ub.ac.id.  Diakses pada 4 April 2020 pukul 13:18
Dianti Sri. (2020). Peranan Arthropoda dalam Kehidupan Manusia. Online https://www.sridianti.com/peranan-arthropoda-dalam-kehidupan-manusia.html. Diakses pada 4 April 2020 pukul 14:45
Guru P.(2020). Pengertian Arthropoda. Online https://pendidikan.co.id. Diakses pada 4 April 2020 pukul 13:45
Kusrini E. (2011). MENGGALI SUMBERDAYA GENETIK UDANG JERBUNG (Fenneropenaeus merguiensis de Man) SEBAGAI KANDIDAT UDANG BUDIDAYA DI INDONESIA. Jurnal Media Akuakultur. Vol. 6(1)
Masdianur M. (2014). Arthropoda. Online http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id. Diakses pada 4 April 2020 pukul 12:25
Sejati M.(2012). Identifikasi arthoropoda yang ditemukan pada lahan Bawang Merah semi organik dan anorganik di Desa Torongrejo Kota Batu. Online http://etheses.uin-malang.ac.id. Diakses pada 4 April 2020 pukul 13:25
Simbolon, Armando Septian., M. Sembiring., T. Sabrina. (2018). Deskripsi Makrofauna pada Tanah Andisol di Kabupaten Karo dengan berbagai Ketebalan Abu Vulkanik Gunung Sinabung. Jurnal Pertanian Tropik. Vol. 5 (1)

4 komentar:

  1. Bagus gak bikin bosen menurut ku soalnya disampaikan secapa singkat dan jelas cocok banget buat yang informasi pas parktikum hehehe����.

    Kritikkan: ada sedikit kata berulang dipembagian kelas 'menjadi dibagi menjadi' tolong di perbaiki dan 'J' di bagian pembuka itu maksudnya apa ya?

    Selibihnya sudah cukup, terimakasih��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kritik dan sarannya:)kesalahan akan diperbaiki.
      "J" itu seharusnya emotikon saat saya menulis di Microsoft Word 2010 namun saat di blog menjadi J

      Hapus
  2. Artikelnya sangat bermanfaat...

    BalasHapus

Survei Minat Konsumen