Disusun Oleh :
Serta Ulina Silangit
2224180068
4A
Hai kawan-kawan semua... berjumpa lagi dengan saya Serta Ulina Silangit dalam blog ini. Apakabar semua?
Saya harap kalian semua dalam keadaan sehat. Kawan-kawan kalian pernah melihat
udang, kelabang, laba-laba, belalang? Pasti sudah pernah melihatnya kan? Apakah
kawan-kawan tau hewan-hewan tersebut merupakan Filum Arthropoda. Pada kesempatan
kali ini saya akan memberikan informasi terkait Filum Arthropoda. Happy Reading:)
Serta Ulina Silangit
2224180068
4A
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
FILUM ARTHROPODA
Arthropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu arthro
berarti “ruas” dan podos yang berarti
“kaki”. Jadi, arthropoda berarti hewan yang kakinya beruas-ruas. Organisme yang
tergolong filum arthropoda memiliki kaki yang berbuku-buku. Hewan ini memiliki
jumlah spesies yang saat ini telah diketahui sekitar 900.000 spesies (Masdianur
M. (2014)).
Menurut referensi yang telah saya baca dijelaskan
bahwa hewan yang termasuk dalam filum arthropoda memiliki ciri-ciri umum
sebagai berikut :
a) Tubuh dan kaki bersegmen,
b) Eksoskeleton (dinding tubuh) berkitin dan
bersegmen,
c) Alat mulut beruas dan dapat beradaptasi untuk
makan,
d) Bernafas dengan permukaan tubuh, insang dan
trakea,
e) Alat pencernaan makanan berbentuk tabung,
terletak di sepanjang tubuh,
f) Alat pembuangan melalui pipa panjang pada rongga
tubuh.
Selain memiliki ciri umum terdapat juga ciri khusus
Arthropoda sebagai berikut :
a) Memiliki bentuk tubuh bilateral simetris,
b) Mempunyai appendage yang beruas,
c) Tubuh dibungkus oleh zat kitin,
d) Tubuh terdiri atas beberapa ruas dengan kaki yang
melekat pada ruas tersebut,
e) Coelom pada hewan dewasa berukuran kecil dan
merupakan suatu rongga berisi darah disebut homocoel,
f) Sistem saraf tangga tali.
Secara umum Filum Arthropoda dapat diklasifikasikan
menjadi beberapa kelas, yaitu :
a) Kelas Crustaceae
Crustaceae berasal dari bahasa Latin
“crusta” yang berarti “cangkang”.Crustaceae disebut sebagai hewan bercangkang. Pada
saatini telah dikenal kurang dari 26.000 jenis Crustaceae yang mana udang dan
kepiting ialah jenis yang paling unggul. Crustaceae memiliki ciri-ciri sebagai
berikut :
- Tubuh bersegmen terdiri atas sefaaalotoraks dan
abdomen,
- Alat gerak berupa kaki yang berfungsi untuk
berenang, merangkak, atau menempel pada dasar perairan,
- Memiliki maksiliped dan maksilla berfungsi
untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut,
- Habitatnya di air tawar dan air laut, namun ada
beberapa yang hidup didarat,
- Pada bagaian kepala terdapat organ tubuh
bagaian dalam seperti : 2 pasang antenna, 1 pasang mandibula, 1 pasang maksilla
dan 1 pasang maksilliped (Denang.(2018))
Salah
satu contoh dari kelas Crustacea adalah udang jerbung. Udang jerbung (Fenneropenaeus merguiensis) merupakan
udang penaeid yang mempunyai klasifikasi umum sebagai berikut:
Filum
:
Arthropoda
Kelas
:
Crustacea
Sub
kelas : Malacostraca
Seri
: Eumalacostraca
Super
ordo : Eucarida
Ordo
: Decapopada
Sub
ordo : Natantia
Seksi
: Penaeidae
Famili : Penaeinae
Genus
: Penaeus
Spesies :
Fenneropenaeus merguiensis (Kusrini
E.(2011))
(sumber: Kusrini E dalam Jurnal MENGGALI SUMBERDAYA
GENETIK UDANG JERBUNG
(Fenneropenaeus
merguiensis de Man) SEBAGAI KANDIDAT
UDANG BUDIDAYA DI INDONESIA)
b.)
Kelas Arachnida
Kata
dari arachnida ini berasal dari bahasa Yunani, yakni “arachno” yang artinya
laba-laba. Tetapi anggota dari kelas ini bukan hanya laba-laba. Secara umum
anggotanya mempunyai dua bagian tubuh utama, yakni bagian depan (kepala) serta
bagian belakang (perut). Tetapi pada kalajengking terdapat tiga bagian tubuh,
yakni bagian depan(kepala), tengah(badan) serta belakang(ekor) (Gruru P.(2020)).
Adapun Ciri-ciri utama dari arachnida ialah sebagai berikut :
- Tubuh nya itu bersegmen yang terdiri dari
sefalothoraks (kepala-dada) serta juga abdomen (tidak beruas),
- Mempunyai empat pasang anggota gerak,
- Banyak yang hidup di darat, beberapa dapat
ditemukan di air laut atau hidup sebagai parasit,
- Tidak memiliki antena pada bagian kepala-dada
(sefalothoraks) dan
- Mempunyai mulut yang fungsinya itu untuk
memegang atau juga menangkap mangsa, mulut ini pun sering disebut dengan
istilah klisera.
- Memiliki alat peraba serta juga pemotong yang
biasanya disebut dengan pedipalpus (terletak di belakang klisera).
- Darahnya mengandung hemoglobin.
Laba-laba
merupakan contoh hewan dari kelas Arachnida yang memiliki klasifikasi sebagai
berikut :
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Arachnida
Ordo : Aranae
Famili : Loxoscelidae (Sejati M.(2012)).
(Sumber : BugGuide.net)
c.)
Kelas Myriapoda
Kata
myriaooda ini berasal dari bahasa Yunani, ialah “Myria” yang artinya itu banyak
serta “podos” yang artinya kaki. Sesuai dengan namanya tersebut, myriapoda ini
adalah kelompok hewan dengan kaki yang cukup banyak (Guru P.(2020)). Dibawah
ini merupakan beberapa ciri utama dari myriapoda :
- Tubuhnya panjang seperti cacing serta mempunyai
banyak segmen,
- Pada bagian kepala terdapat satu pasang antenna,
- Memiliki 1 sampai 2 pasang kaki pada itiap-tiap
ruas badannya,
- Hewan yang mempunyai 1 pasang kaki pada satu
ruas badan disebut dengan chilopoda, sedangkan untuk yang mempunyai dua
pasang kaki pada tiap-tiap ruas badannya disebut dengan diplopoda dan
- Terjadi penambahan jumlah segmen pada tiap-tiap
proses pergantian kulit.
Berikut
ini adalah kaki seribu yang merupakan contoh dari kelas Myriapoda dengan
klasifikasi sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class :
Diplopoda
Ordo :
Polydesmidae
Family :
Polydesmida
Genus :
Polydesmus
Spesies : Polydesmus sp. (Armando Septian., M. Sembiring., T. Sabrina. (2018))
(Sumber : Dokumentasi Simbolon, Armando Septian., M.
Sembiring., T. Sabrina dalam Jurnal Deskripsi Makrofauna pada Tanah Andisol di
Kabupaten Karo dengan berbagai Ketebalan Abu Vulkanik Gunung Sinabung. )
d.)
Kelas Insecta
Kata
insecta ini diambil dari bahasa latin, yang artinya adalah serangga. Insecta
ini adalah satu-satunya hewan di dalam kelompok invertebrata yang mempunyai
kemampuan untuk terbang. Spesies serta jenis dari individu di dalam kelas ini
sangatlah banyak. Jumlah spesies insecta yang sudah dikenali itu terdapat
sekitar 750.000 spesies. Cabang ilmu yang mempelajari mengenai serangga ini
disebut Entomologi (Guru P.(2020)). Dibawah ini merupakan beberapa ciri utama
insecta :
- Tubuhnya itu terdiri dari 3 bagian tubuh utama,
yakni kepala, badan, serta perut,
- Pada bagian kepalanya itu terdapat mulut yang
memiliki tipe penggigit, penghisap serta penelan,
- Mempunyai 3 pasang kaki,
- Sebagian besar anggotanya itu hidup di darat,
- Umumnya mempunyai sayap serta bernapas itu
dengan menggunakan trakea dan
- Tubuhnya itu dilindungi oleh kulit keras dari
kitin yang memiliki fungsi ialah sebagai eksoskeleton.
Adapun contoh hewan dari kelas insect salah satunya Belalang dan Semut yang memiliki
klasifikasi sebagai berikut:
Belalang
Belalang
Phylum : Arthropoda
Kelas : Insekta
Ordo : Coleoptera
Famili : Staphylinidae Simbolon (Armando
Septian., M. Sembiring., T. Sabrina. (2018))
(Sumber:BugGuide.net)
Semut
Kingdom : Animalia
Filum
: Arthropoda
Kelas
: Insekta
Ordo
: Hymenoptera
Famili :
Formicidae
(Sumber : BugGuide.net)
Pada
lingkungan sehari-hari banyak jenis Arthropoda disekitar kita. Mereka memiliki
berbagai macam peran. Peranan Arthropoda yang menguntungkan, antara lain
sebagai berikut.
- Sumber makanan yang mengandung protein tinggi,
contohnya udang windu (Penaeus
monodon), lobster (Panulirus
homarus), kepiting (Scylla
serrata), rajungan (Portunus),
laron, dan gangsir,
- Menghasilkan madu, contohnya lebah madu (Apis mellifera),
- Bahan pakaian sutera, contohnya kepompong ulat
sutra (Bombyx mori),
- Membantu penyerbukan tanaman dan
- Serangga predator sebagai pemberantas hama
tanaman secara biologi (Dianti S.(2020)).
Daftar
Pustaka
Denang. (2018).
Crustacea. Online http:denanggawp.lecture.ub.ac.id. Diakses pada 4 April 2020 pukul 13:18
Dianti Sri. (2020).
Peranan Arthropoda dalam Kehidupan Manusia. Online https://www.sridianti.com/peranan-arthropoda-dalam-kehidupan-manusia.html.
Diakses pada 4 April 2020 pukul 14:45
Guru P.(2020).
Pengertian Arthropoda. Online https://pendidikan.co.id.
Diakses pada 4 April 2020 pukul 13:45
Kusrini E. (2011).
MENGGALI SUMBERDAYA GENETIK UDANG JERBUNG (Fenneropenaeus merguiensis de
Man) SEBAGAI KANDIDAT
UDANG BUDIDAYA DI INDONESIA. Jurnal Media Akuakultur. Vol.
6(1)
Masdianur M. (2014).
Arthropoda. Online http://digilib.iain-palangkaraya.ac.id. Diakses pada 4
April 2020 pukul 12:25
Sejati M.(2012).
Identifikasi arthoropoda yang ditemukan pada lahan Bawang Merah semi organik
dan anorganik di Desa Torongrejo Kota Batu. Online http://etheses.uin-malang.ac.id.
Diakses pada 4 April 2020 pukul 13:25
Simbolon,
Armando Septian., M. Sembiring., T. Sabrina. (2018). Deskripsi Makrofauna pada
Tanah Andisol di Kabupaten Karo dengan berbagai Ketebalan Abu Vulkanik Gunung
Sinabung. Jurnal Pertanian Tropik.
Vol. 5 (1)





Bagus gak bikin bosen menurut ku soalnya disampaikan secapa singkat dan jelas cocok banget buat yang informasi pas parktikum hehehe����.
BalasHapusKritikkan: ada sedikit kata berulang dipembagian kelas 'menjadi dibagi menjadi' tolong di perbaiki dan 'J' di bagian pembuka itu maksudnya apa ya?
Selibihnya sudah cukup, terimakasih��
Terimakasih atas kritik dan sarannya:)kesalahan akan diperbaiki.
Hapus"J" itu seharusnya emotikon saat saya menulis di Microsoft Word 2010 namun saat di blog menjadi J
Artikelnya sangat bermanfaat...
BalasHapusTerimakasih:)
Hapus