ANGKA
PENDIDIKAN DI PROVINSI BANTEN
Provinsi
Banten secara umum merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0 – 200 meter di
atas permukaan laut, serta memiliki beberapa gunung dengan ketinggian
mencapai 2.000 meter di atas permukaan
laut.
Wilayah
administrasi Provinsi Banten terdiri dari empat wilayah kabupaten dan empat
kota, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri no. 6 Tahun 2008 luas daratan
masing-masing kabupaten/kota, yaitu: Kabupaten Pandeglang (2.746,89 km2),
Kabupaten Lebak (3.426,56 km2), Kabupaten Tangerang (1.011,86 km2), Kabupaten
Serang (1.734,28 km2), Kota Tangerang (153,93 km2), Kota Cilegon (175,50 km2), Kota
Serang (266,71 km2), serta Kota Tangerang Selatan (147,19 km2) dan terbagi menjadi
155 kecamatan dan 1.552 desa/ kelurahan.
(Sumber gambar : https://images.app.goo.gl/zkFLh7Aht8WRbTqf9)
Pada
awalnya Banten merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Kemudian, melalui
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten yang
disahkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada tanggal 17 Oktober 2000, Banten menjadi
sebuah provinsi yang otonom. Sebulan setelah itu pada 18 November 2000
dilakukan peresmian Provinsi Banten dan pelantikan Pejabat Gubernur H.
Hakamudin Djamal untuk menjalankan pemerintah provinsi sementara waktu sebelum
terpilihnya Gubernur Banten definitif. Pada tahun 2002 DPRD Banten memilih Dr.
Ir. H. Djoko Munandar, MEng dan Hj. Atut Chosiyah, SE. sebagai Gubernur dan
Wakil Gubernur Banten pertama.
Penduduk
Banten tahun 2018 berdasarkan proyeksi penduduk sebanyak 12.689.736 jiwa yang
terdiri atas 6.465.282 jiwa penduduk laki-laki dan 6.224.454 jiwa penduduk
perempuan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun 2010, penduduk Banten
mengalami pertumbuhan sebesar 2,17 persen. Sementara itu besarnya angka rasio
jenis kelamin tahun 2018 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar
103,87.
Kepadatan
penduduk di Provinsi Banten tahun 2018 mencapai 1.313 jiwa/km2 dengan rata-rata
jumlah penduduk per rumah tangga 4 orang. Kepadatan Penduduk di 8 kabupaten/
kota cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kota Tangerang
dengan kepadatan sebesar 14.197 jiwa/km2 dan terendah di Kabupaten Lebak
sebesar 378 jiwa/Km2.
Jalur
Pendidikan di Indonesia terdiri atas 1) pendidikan formal, 2) pendidikan
nonformal, dan 3) pendidikan informal yang ketiganya dapat saling melengkapi
dan memperkaya (Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional).
Jenjang
Pendidikan Formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi. Jenis pendidikan yang diajarkan mencakup pendidikan umum, kejuruan,
akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus.
a.
Pendidikan Dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau
bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah
Tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat.
b. Pendidikan Menengah
berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang
sederajat.
c. Pendidikan Tinggi
merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program
pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang
diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat berbentuk
akademi, politeknik,sekolah tinggi, atau institut.
(Sumber gambar : https://images.app.goo.gl/7qEhcQzKXGMaYbXn6)
Pendidikan
pada tahun 2018, penduduk Banten usia 7-24 tahun yang masih seolah sebanyak
67,96 persen. Untuk kelompok umur 7-12 tahun yang masih sekolah sebanyak 99,49
persen, kemudian kelompok umur 13-15 tahun sebanyak 94,74 persen, kelompok umur
16-18 tahun sebanyak 69,00 persen, dan kelompok umur 19-24 tahun sebanyak 19,00
persen.
Pada tahun ajaran 2017/2018 semester ganjil, di
Provinsi Banten terdapat 4.562 unit Sekolah Dasar (SD) dengan 53.354 guru dan
1.195.653 murid. Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pada tahun 2017 terdapat
1.421 unit SMP dengan 19.995 guru dan 424.406 murid. Sementara itu, untuk
Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), di Provinsi Banten terdapat 529 unit
Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan 9.613 guru dan 182.941 murid, serta 668 unit
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan 10.900 guru dan 250.361 murid. Disamping
sekolah umum tersebut, di Provinsi Banten juga terdapat 1.064 unit Madrasah
Ibtidaiyah (MI), 1.068 unit Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta 419 unit Madrasah
Aliyah (MA) di tahun ajaran 2018/2019 semester genap.
Sumber Artikel




Terimakasih informasinya, sangat bermanfaat sekali
BalasHapusTerima Kasih telah membaca :)
HapusTerimakasih info nya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima Kasih telah singgah untuk membaca :)
HapusTerimakasih atas informasinya sangat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca
BalasHapusTerimakasih telah singgah untuk membaca :)
HapusInformasinya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih telah singgah untuk membaca :)
HapusMantull. Tapi harus diperbaiki lagi ya backgroundnya agar menarik
BalasHapusTerima kasih telah singgah untuk membaca dan terima kasih atas sarannya :)
HapusInformasi yang lebih untuk daerah Lebak nya dong
BalasHapusTerima kasih telah singgah untuk membaca dan terima kasih atas sarannya :)
HapusSangat bermanfaat sekali kak~
BalasHapusTerima Kasih telah membaca artikel ini:)
Hapus